Definisi Kaidah Tafsir



Kaidah tafsir merupakan kalimat yang terdiri dari kata kaidah dan tafsir. Adapun kaidah dalam bahasa merupakan :
الأصل أو الأساس الذي بني عليه غيره ، الحسية والمعنوية
"asal atau asas(dasar) yang dibangun diatasnya sesuatu, baik materi maupun maknawi", sebagaimana firman Allah:

وَإِذۡ يَرۡفَعُ إِبۡرَٰهِيمُ ٱلۡقَوَاعِدَ مِنَ ٱلۡبَيۡتِ وَإِسۡمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ  

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (Al Baqarah: 127)

Sedangkan kaidah dalam istilah memiliki banyak pengertian yang dipaparkan oleh para ulama. Pengertian - pengertian tersebut, sebagian besar memiliki persamaan yang dapat dikerucutkan dan diambil titik tengahnya, yaitu:

حكم كلي يتعرف به على أحكام جزئياته
 
Suatu ketetapan umum yang berlaku pada hukum hukum atau ketetapan khusus dibawahnya”.
Adapun tafsir dalam bahasa adalah)  الكشف والبيان  (“Penyingkapan makna dan penjelasan”, sebagaimana ungkapan menafsirkan perkataan yang berarti menjelaskannya. Ibnu faris berkata: “fa sin dan ra merupakan satu kata yang berarti menerangkan sesuatu dan menjelaskannya”. Dan zamakhsyari berkata: “tafsir merupakan penyingkapan (membuka) maksud yang tertutup dengan lafadznya, dan membebaskan yang terkurung dari memahaminya”.
Sedangkan tafsir dalam istilah (disamping banyaknya definisi yang diberikan ulama) adalah “ilmu yang membahas didalamnya ahwal Al Qur’an, terkait dengan petunjuk atas maksud Allah ta’ala sesuai dengan kemampuan manusia”.
Dari pengertian diatas, maka dapat diambil beberapa pengertian kaidah tafsir yang salah satunya adalah: 

الأحكام الكلية التي يتوصل بها إلى استنباط معاني القرآن العظيم ومعرفة كيفية الاستفادة منها

          ”Ketetapan umum yang dapat menghantarkan kepada kesimpulan makna Al Qur’an al Azim dan mengetahui bagaimana mengambil manfaat darinya”.



Intisari kitab Qowaid Tafsir Jam’an wa Dirasatan karya Khalid bin Utsman as Sayti
Penterjemah: Terry Arya Viratama

Comments

Popular posts from this blog

Terkenal di langit

Mengetuk Pintu Langit

AL Qur'an Berwajah Puisi (H.B. Jassin)