Penghuni langit dan penghuni bumi




          Syekh Mansur as Salimi


Datang seorang sahabat dari kalangan ahlu suffah, ahlu suffah adalah mereka para sahabat yang tinggal di masjid Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam, mereka adalah orang orang fakir dan miskin, mereka datang kepada Nabi untuk memenuhi hajat mereka akan makanan dan minuman ketika mereka benar benar sudah merasakan kelaparan dan kehausan.

Suatu ketika, datang salah seorang sahabat ahlu suffah kepada Nabi untuk meminta makanan dan minuman, akan tetapi dia tidak mendapati apa yang dapat dimakan untuk mengobati rasa lapar yang dideritanya karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun tidak memiliki apa apa dirumahnya. Bayangkanlah wahai saudaraku, orang yang paling mulia dimuka bumi, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak memiliki apa apa dirumahnya, untuk sekedar memberikan makan kepada salah seorang sahabat yang mulia ini ra. Lalu apa yang dilakukan Nabi shalallahu alaihi wasallam?

Beliau menawarkan kepada sahabat lain yang dapat memberikan makanan kepada ahlu suffah ini. Adalah salah seorang sahabat dari kalangan anshor yang menyanggupi seruan yang mulia tersebut, sedangkan dia tidak tahu apakah dirumahnya ada makanan atau tidak, dia hanya berusaha mendapat kemuliaan dari memenuhi seruan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Maka pulanglah sahabat anshor ini kerumahnya bersama dengan sahabat yang kelaparan ini, kemudian dia bertanya pada istrinya:

“Apakah kita memiliki makanan?”
“Kita tidak memiliki apa apa kecuali makanan untuk anak anak” jawabnya
“Tidurkan mereka, dan ketika mereka telah tertidur, datangkanlah makanan itu, dan matikan pelitanya.”

Maka istrinya pun melakukan sebagaimana yang diperintahkan oleh suaminya tersebut. Maka ketika anak anak mereka telah tidur, dan makanan telah dihidangkan, mereka mematikan pelitanya dan mempersilahkan tamunya untuk makan. Lalu makanlah sahabat yang tengah kelaparan ini sampai kenyang. 

Ketika sahabat ini telah memenuhi hajatnya dirumah sahabat anshor tersebut, maka datanglah sahabat mereka berdua kepada Nabi dan disambut Nabi dengan senyuman seraya berkata:

“Sungguh penghuni langit telah terkagum dengan perbuatan kalian berdua”

Maka Allah SWT menurunkan firmanNya:

وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةٗ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ وَلَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةٞۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ ٩

“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ´mencintai´ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung” (Al Hasyr 9)

Ya Allah, para penghuni langit terkagum dengan perbuatan mereka berdua, dan Allah SWT menurunkan ayat ini sebagai pujian atas apa yang dilakukan sahabat anshar dan istrinya. Mereka memberikan kita permisalan yang menakjubkan dari memenuhi panggilan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, memberikan permisalan yang luar biasa dari ukhuwah fillah, mahabbah fillah sampai sahabat ini mendahulukan tamunya dari anak anaknya, memberi makan, memberi minum semata mata mengharap ridho Allah, mereka memberikan permisalan dari perbuatan mulia, sebagaimana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“ Barangsiapa beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia memuliakan tamunya.”
Betapa indah permisalan yang sangat mengagumkan tersebut.

Penterjemah : Terry Arya Viratama

Comments

Popular posts from this blog

Terkenal di langit

Mengetuk Pintu Langit

AL Qur'an Berwajah Puisi (H.B. Jassin)